Sebuah kecelakaan yang seharusnya tidak pernah terjadi, membuat Aiyara Singhamekha mencari masalah dengan orang yang seharusnya tidak dia usik! Seandainya sejak awal dia tahu bahwa Gun De Castro, presiden perusahaan berdarah Latin itu, ternyata begitu pendendam dan tak pernah membiarkan mangsanya lolos begitu saja, mungkin Aiyara akan memilih menelan harga dirinya dan mengakhiri semuanya saat itu juga, lalu menjalani hidup masing-masing. Ketika yang satu ‘jahat’ dan yang lain tidak kalah ‘ganas’, keduanya bagaikan api dan minyak yang begitu bertemu siap membakar segalanya hingga tak bersisa. Aiyara pun terjebak dalam permainan taruhan berbahaya yang bahkan ketika menang, tetap membuatnya merasa seolah kalah. Sebab, lawannya bahkan tak memiliki ‘hati’ untuk dipertaruhkan! ...Hanya dengan tidak ‘mencintai’, maka tidak perlu ‘kehilangan’. Tapi pertemuannya dengan arsitek berandal itu justru membuat sang penguasa dunia kelabu tak lagi mampu mengendalikan segalanya. Gun De Castro harus berjuang melawan ketakutan yang telah mengakar dalam di hatinya demi membuka diri dan menerima seseorang untuk berada di sisinya dalam menjalani hidup. Tak ada yang tahu sejauh apa mereka akan mampu melangkah bersama. Tapi di ‘ujung perjalanan hati’ itu... ...aku hanya ingin melihat ‘kau’.